Senin, 15 Januari 2018

Babinsa Bantu Bajak Sawah Petani Dengan Traktor

Salam— Tanpa ragu dan tidak mengenal lelah anggota Koramil 17 Salam Kopda Arsadi terus berupaya mendukung program ketahanan pangan dengan memberikan pendampingan kepada para petani, salah satunya saat mengolah lahan seluas 1200 m milik Muntolib yang akan segera ditanami padi jenis Ciherang, Selasa (16/01).

Di wilayah Magelang sendiri setiap harinya selalau ada lahan padi yang dipanen dan juga lahan yang terus diolah, hal ini menunjukkan bahwa produktifitas padi di wilayah Magelang cukup tinggi. Tentu hal tersebut tidak serta merta berlangsung begitu saja namun semua bisa dicapai berkat kerja keras semua pihak,  baik petaninya sendiri, pemerintah melalui Distan dan juga babinsa yang secara intensif terus memberikan pendampingan.

Pengolahan lahan kali ini menggunakan alat mesin tani (Alsintan) jenis traktor yang merupakan bantuan dari pemerintah yang disebar di seluruh wilayah magelang, “Dengan bantuan alat tani ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan terutama di saat musim penghujan dimana mayoritas petani Magelang bersama-sama mengolah lahannya untuk ditanami padi” tutur Kopda Arsadi.

Bermacam bantuan alsintan yang bisa dimanfaatkan oleh semua petani disamping dapat mempercepat proses penagolahan lahan, penanaman juga pemanenan padi hal ini dapat menekan biaya produksi pertanian sehingga akan memberikan keuntungan bagi petani.


Sementara Muntolib di sela-sela kegiatan menyampaikan, dirinya sangat senang dan mendukung program tersebut, “Sejak adanya program ketahanan pangan para petani mendapatkan perhatian yang luar biasa dari pemerintah, hal ini tentu saja membuat kami para petani lebih bersemangat” tuturnya.(Hbg)

Koramil Magelang Utara Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan Siswa SMKN 2 Kota Magelang


Magelang(pendimmgl) – Sebanyak 1.067 siswa siswi SMKN 2 Kota Magelang  mengikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Pengenalan Kesamaptaan di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Senin – Selasa (15-16/01/2018)
Pembekalan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Pengenalan Kesamaptaan  bagi siswa  siswi SMKN 2 Kota Magelang yang diberikan oleh personel Koramil 23 Magelan Utara dibawah pimpinan Danramil 23 Magelang Utara Mayor Czi Suharto berlangsung selama dua hari. Dalam kegiatan anggota Koramil 23 Magelang Utara  menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. pemberian materi wawasan kebangsaan merupakan cara yang tepat agar siswa-siswi mengetahui dan memahami sejak dini pentingnya mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sebagai anak bangsa harus mampu memahami dan mengamalkan apa yang ada pada setiap sila yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 sehingga akan tercapai keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia sesuai cita-cita para pendiri bangsa Indonesia,” kata Mayor Czi Suharto
Pada kegiatan tersebut para siswa juga mendapatkan materi pelajaran tentang baris – berbaris, pengenalan kesamptaan dan permainan ketangkasan (outbond).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Magelang, Ali Sabana selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut berharap agar para siswa memiliki kebugaran jasmani, pengetahuan wawasan kebangsaan, kedisiplinan dan menjadi generasi muda yang berkarakter.
“SMKN 2 Kota Magelang menggelar kegiata seperti ini sekali dalam setahun, dan seluruh siswa wajib mengikutinya”ucap Ali Sabana.
Lina Afifah, Siswi kelas XII Pemasaran, merupakan salah satu peserta Pembekalan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Pengenalan Kesamaptaan merasa senang dan bangga mengikuti kegiatan yang diselenggarakan bersama anggota TNI. Siswi kelahiran Palembang tahun 1999 tersebut merasa senang mendapat pengalaman baru.
“Banyak hal yang didapat dari kegiatan ini yang sangat bermanfaat” ujar Afifah.
Afifah tidak keberatan dengan pola pembekalan yang semi militer, karena hal seperti ini merupakan tangtangan baru yang harus dilalui. Walaupun kegiatan sangat seru dsn membutuhkan tenaga yang cukup banyak namun bagi Afifah hal tersebut menjadi beban. (hbg)



Pelatihan Linmas Untuk Meningkatkan Keamanan Dan Ketentraman Desa

Tegalrejo— Danramil 09 Tegalrejo Kodim 0705/Magelang Kapten Inf Sunarto memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisai pelatihan Linmas dan pembentukan Linmas dalam rangka meningkatkan kinerja serta peran serta linmas dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Mangunrejo KecamatanTegalrejo  bertempat di Aula Desa Mangunrejo Kecamatan Tegalrejo, Senin (15/01)

Dalam sambutannya Kapten Sunarto menyampaikan bahwa anggota linmas yang ada di Desa Mangunrejo ini adalah warga yang sudah dipercaya oleh masyarakat dan di tunjuk dari Pemerintah Desa sehingga hendaknya bisa menjalankan tugas dan fungsinya penuh dedikasi, tulus dan ikhlas.

Tugas dan kewajiban Linmas yg lain adalah kepanjangan tangan dlm membantu Tugas keamanan dari Koramil maupun Polsek. Jadi dalam arti luas tanggung jawab dalam keamanan dan keteriban adalah tanggung jawab bersama.

“Saya berharap seluruh anggota linmas Desa Mangunrejo bisa bersinergi dengan semua pihak demi mewujudkan keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat di Desa” pungkas Sunarto.

Sementara itu Kapolsek Tegalrejo AKP Sutrisno dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Linmas yg ada di Desa Mangunrejo masih perlu adanya pembinaan dan pembekalan tentang tugas dan tanggungjawab linmas sehingga nantinya anggota linmas tidak ragu-ragu dalam melaksanakan tugas.

“Linmas kedepan diharapkan mampu dan profesional dalam menjaga ketertiban dan keamanan di desanya, bila ada hal hal yg dapat menimbulkan ancaman keamanan dan tidak  bisa di tangani sendiri bisa langsung dilaporkan ke Polsek setempat agar segera ditangani”  kata Kapolsek.


Sutrisno menambahkan, Tugas dan tanggungjawab Linmas sangat berkaitan dengn Koramil maupun Polsek karena sama-sama mengabdi sebagai pengayom masyarakat yg sewaktu waktu dapat dimintai bantuannya oleh warga, sehingga komunikasi dan koordinasi dilapangan menjadi sangat penting dan harus di lakukan.(Hbg)

Babinsa dan Warga Giatkan Patroli Malam

Magelang – Dalam rangka meminimalisir angka kriminalitas di wilayah Kota Magelang  yang terkadang masih terjadi belakangan ini, serta untuk menciptakan situsi yang kondusif, aman dan nyaman, Koramil 23 Magelang Utara melalui babinsa yang bertugas di wilayah turut mengintesifkan kegiatan patroli wilayah, Minggu malam (14/01).

Seperti yang dilaksanakan oleh Babinsa kelurahan Wates  Koramil 23/Magelang Utara Sertu Pargiat bersama dengan Lurah dan staf Kelurahan setempat melaksanakan patroli bersama warga. Sinergitas dan kekompakan yang telah di bangun selama ini antara babinsa dan perangkat desa serta warga dalam mewujudkan wilayah yang aman terbukti sangat positif dan ampuh , hal ini dapat dilihat dari minimnya angka kriminalitas di wilayah Kelurahan Wates.

Menurut Sertu Pargiyat Hariyanto, keresahan masyarakat akan berjalan sebanding dengan tidak kondusifnya suatu wilayah. Oleh karena itu dengan digalakkannya patroli ini, angka kriminalitas akan dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kelurahan Wates. Selain itu pelaksanaan patroli ini bertujuan untuk menggugah semangat warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungannya melalui kegiatan siskamling.

"Selaku pembina wilayah kami berusaha untuk memberikan memotifasi kepada warga masyarakat untuk lebih peka terhadap keamanan lingkungan dan ikut andil dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah," tegas Sertu Pargiyat.

Hal serupa juga disampaikan Andreas selaku Trantib Kelurahan Wates, kegiatan patroli wilayah yang di lakukan oleh babinsa diharapkan bisa menjadi motivasi bagi warga untuk mengaktifkan dan meningkatkan kembali siskamling.

“Menjaga kondusifitas lingkungan tidak hanya tugas dari aparat keamanan maupun perangat kelurahan saja, tetapi peran aktif seluruh masyarakat juga sangat diperlukan,” kata Andreas.(Hbg)



Babinsa Sumber Melaksanakan Pendampingan Panen Padi

Dukun-- Babinsa Sumber Kopda Ari Hermanto anggota koramil 15 Dukun Kodim 0705/Magelang melaksanakan pendampingan panen padi jenis padi merah dengan luas 0,2 hektar milik bapak Suhono anggota kelompok tani Maju Makmur Dusun Tutup Ngisor Desa Sumber.

Disela-sela panen Suhono mengucapkan terima kasih kepada PPL dan babinsa yang telah memberikan penyuluhan dan pendampingan mulai dari masa tanam hingga masa panen sehingga hasil panen padi kali ini cukup baik dibandingkan pada saat panen padi sebelumnya.

Hasil panen padi yang baik ini karena mengikuti anjuran yang diberikan dengan mempersiapkan lahan yang akan ditanami padi, penyiapan bibit, perawatan tanaman serta pemberantasan hama. Untuk panen padi kemarin saya mendapatkan hasil 10,5 kwintal sedangkan panen padi kali ini mendapatkan padi 11 kwintal sehingga hasil panen padi mengalami kenaikan 500 kg.

Kopda Ari Hermanto selaku babinsa desa Sumber mengaku gembira dengan hasil padi petani desa binaannya, “semoga hasil panen padi para petani dengan mengikuti anjuran dari PPL dan babinsa hasil panennya terus mengalami peningkatan dan semakin membaik seperti hasil panen padi kali ini yang mengalami peningkatan dari musim sebelumnya” Kata Ari Hermanto.

Kapten Inf. Rahayu selaku komandan koramil 15/Dukun pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa babinsa sebagai aparat komando kewilayahan harus rajin mendampingi warga desa binaannya sehingga dengan kehadiran babinsa ditengah masyarakat bisa membantu mengatasi setiap kesulitan warga desa binaannya.( Hbg )


Petani Pakis Panen Raya Bawang Merah

Pakis-- Koramil 08 Pakis Kodim 0705 /Magelang bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan Muspika Pakis melaksanakan Panen Raya Bawang Merah di Dusun Muneng Desa Muneng Kecamatan Pakis, sabtu kemarin.

Panen Bawang Merah  yang mengambil tempat di lahan sawah milik Sudiono (48) anggota Poktan Marsudi Tani dihadiri oleh pejabat dari Kabupaten diantaranya Kepala Dinas Pertanian Ir. Wijayanti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Tri Agung Sucahyono, Kepala Dinas Peternakan Tri Hartini, Jajaran Muspika Pakis, Poktan Marsudi Tani dan PKK Desa Muneng.

Menurut penuturan Sudiono, Bawang Merah yang di panen di lahan seluas 3 hektar kali ini merupakan jenis batu hijau. Adapun bibitnya di datangkan dari daerah Magetan Jawa Timur.

"Kami sengaja memilih bibit tersebut karena cocok dengan situasi kondisi di wilayah Pakis khusunya di Muneng. Dengan bibit bawang merah jenis batu hijau ini dapat meningkatkan produktivitas karena tahan dengan penyakit dan cuaca yang tidak stabil" tuturnya.

Menurutnya, Daerah Kecamatan Pakis yang merupakan daerah pegunungan sebetulnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk tanaman bawang merah. Disamping lahanya yang sangat subur juga suhu sejuk merupakan faktor penting dalam budidaya bawang merah. Namun dalam keberhasilan dalam panen itu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor juga, diantaranya kejelian dalam menentukan bibit dan perawatan serta penanggulangan terhadap hama.

"Kalo kita jeli, teliti dan ulet niscaya keberhasilan tentunya akan menghampiri kita" imbuhnya.

Harapan kedepan kami kelompok tani Marsudi Tani dapat menjadi pelopor bagi petani lain di wilayah Pakis dalam budidaya bawang merah, sehingga nantinya Pakis bisa sebagai penghasil bawang merah seperti Brebes maupun Magetan Jawa Timur, pungkas Sudiono.(Hbg)


Jumat, 12 Januari 2018

Forpimda Kota Magelang Hadiri Peringatan Natal

MAGELANG- Wali Kota Magelang  Sigit Widyonindito meminta umat Kristiani yang ada di Kota Magelang dan seluruh lapisan masyarakat Kota Magelang untuk tetap mendukung siapa pun yang nantinya akan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng pada pilkada 27 Juni mendatang, Jum’at (12/01).

“Mari kita sikapi perbedaan pikiran  dan beda pilihan pada pemilihan gubernur /wakil gubernur dengan terbuka. Siapa pun nanti pemimpin yang terpilih nantinya sebagai Gubernur Jawa Tengah, mari kita dukung bersama untuk mewujudkan visi misi pemimpin tersebut di Jawa Tengah ini,” kata Sigit Widyonindito dalam sambutannya pada perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 Korpri-TNI-Polri-instansi negeri/swasta-gereja se-Kota Magelang di Gedung Tribakti Kota Magelang.

Sigit juga mengajak seluruh masyarakat Kota Magelang untuk menyukseskan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jateng yang akan dilaksanakan 27 Juni mendatang untuk menggunakan hak suaranya dengan mendatangi dan memilih calonnya di masing-masing tempat pemungutan suara.

Selain itu, ia juga berharap selama proses pilkada yang saat ini masih berjalan, masyarakat Kota Magelang untuk menjaga kondusivitas daerahnya, sehingga  suasana tetap aman dan tidak ada gangguan.Terutama, seluruh  umat beragama untuk cerdas dalam bersikap di tahun politik ini, karena berpengaruh pada kondusifitas wilayah. 

Pada kesempatan itu , Sigit juga mengucapkan terima kasih bagi seluruh umat Kristiani di Kota Magelang yang telah mendukung kememimpinannya dalam memajukan Kota Magelang. "Saya sangat berterima kasih kepada warga Kota Magelang khususnya umat Kristiani  yang selama dua tahun saya menjadi walikota telah mendukung dan membantu untuk memajukan pembangunan kota ini. Sebaik apa pun pemimpin, kalau tidak didukung rakyat, sama saja,"  ujarnya.

Sementara itu, Ketua  II Panitia Perayaan Natal, Pendeta Yosafat Krisyadi, mengatakan, salah satu tujuan perayaan Natal bersama  di Kota Magelang ini  yakni salah satu bentuk pengakuan iman Kristiani Yesus Kristus sebagai juru selamat.

"Kelahiran Yesus adalah suatu momen untuk membentuk pribadi lebih baik. Kita merindukan bumi damai dan manusia bersaudara. Mari bangun kebersamaan dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan," kata Yosafat.

Pada perayaan Natal tahun ini, dimeriahkan dengan penampilan mini orkestra  dari tim  Paduan Suara Magelang, musik keroncong dari GKJ Plengkung dan lainnya.(Hbg)



Babinsa Windusari Tetap Semangat Dampingi Petani

Windusari—Demi mendukung dan mensukseskan swasembada pangan di wilayah Windusari, Serma Setyo Budi  Anggota Koramil 04 Windusari Kodim 0705 Magelang, tetap semangat mendampingi para petani di wilayah binaannya dalam mengolah lahan pertaniannya, Jum’at (12/01).

Kegiatan hari ini difokuskan membantu pengolahan lahan yang akan segera ditanami padi milik Toyib (52), salah satu anggota kelompok tani “Mulyatani” di Dusun Depok Desa Windusari yang merupakan salah satu Dusun Binaannya.

“Mereka (Para petani) sebenarnya sudah tau kapan lahan mereka mau di olah, namun kehadiran babinsa ditengah-tengah petani tentunya secara tidak langsung akan memberikan motifasi tersendiri bagi para petani sehingga mereka menjadi lebih bersemangat menggarap lahan mereka” tutur Setyo.

Setyo menambahkan, terkadang ada lahan petani yang cukup lama tidak digarap dengan alasan “Nunggu mongso” menunggu saat yang tepat, sehingga tugas babinsa dan PPL untuk mengingatkan para petani agar segera mengolah lahannya supaya tidak lama bero (Nganggur). Pendekatan secara humanis dan tidak menentang kultur budaya setempat menjadi hal yang sangat penting agar apa yang di programkan oleh pemerintah bisa di terima oleh petani.


Sementara itu Toyib menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung dengan adanya pendampingan yang di lakukan oleh babinsa dan berharap kegiatan ini bisa berlanjut karena terbukti sangat membantu petani.(Hbg)

Magelang, Tolak Beras Impor

Magelang (pendimmgl) --- Produksi pangan di Kabupaten Magelang saat ini sudah melampaui target. Bahkan untuk Bulan Januari ini wilayah Kabupaten Magelang hasil panen mampu mencapai 21.380 ton GKP atau setara dengan 13.512 ton beras.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Ir Widjayanti pada saat panen bersama di Desa Banyurojo, Mertoyudan, Magelang, Jumat (12/01). Panen yang juga dihadiri oleh Dirjen Buah dan Florikultura Dr. Sarwo Edhy, SP, MM dan Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari tersebut menujunkkan bahwa produksi padi di Magelang sangat bagus dan sangat mencukupi untuk konsumsi masyarakat Magelang.

Menurut Dirjen Buah dan Florikultura Dr. Sarwo Edhy, SP, MM saat ini Kementrian Pertanian sedang membangun pertanian menuju swasembada pangan nasional. Pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap dan terarah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI melaui Dandim, Danramil dan Babinsa.

Menurut Sarwo Edhy, siklus waktu Bulan Desember - Januari – Pebruari merupakan waktu – waktu yang rawan terhadap ketersediaan pangan atau yang bisa disebut musim paceklik. Mensikapi hal tersebut, Menteri Pertanian bersama dengan TNI berupaya menyusun strategi dan pola tanam sehingga di Bulan Desember - Januari – Pebruari ini bisa tetap melakukan panen. Dan kenyataannya di lapangan saat ini panen bisa dilakukan dimana – mana.

Sarwo Edhy melanjutkan bahwa panen setiap hari  yang dilakukan oleh Kementrian Pertanian, TNI dan para petani merupakan upaya untuk mencegah dilakukannya impor beras. Walaupun banyak pihak yang mendesak pemerintah supaya  impor beras.

“Dengan luas tambah tanam minimal 1 juta hektar setiap hari dan dibarengi dengan panen 1 juta hektar per hari pula, maka diharapkan impor beras tidak akan terjadi”lanjut Sarwo Edhy

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Ir Widjayanti mengatakan bahwa produksi beras di Magelang sudah melampaui target. Hasil panen saat ini sudah mencukupi, mbahkan di Bulan Januari ini sudah surplus.

Ir. Wijayanti menjelaskan pada Januari 2018 ini produksi padi di Kabupaten Magelang adalah 21.380 ton GKG atau setara dengan 11.583 ton beras. Sedangkan kebutuhan beras perbulan di Magelang sebanyak 11.512 ton. Ituy artinya  Magelang surplus 1.929 ton beras di Bulan Januari ini. Dengan produksi padi yang seperti ini, maka Magelang tidak akan menerima atau meolak beras impor.

“Magelang menolak beras impor, karena Magelang sendiri sudah surplus beras” tegas Ir Wijayanti,

Dari hasil ubinan pada panen di Desa Banyurojo, Mertoyudan diperoleh hasil 9,1 ton per hektar gabah kering panen. Hasil itu menunjukkan peningkatan produksi padi di wilayah Kabupaten Magelang.

“Untuk apa beras impor, selain  beras Magelang rasanya lebih enak juga sudah surplus, bahkan banyak  dijual keluar daerah” lanjut Ir. Wijayanti.

Dandim 0705/Magelang, Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari menegaskan pihaknya akan tetap mendukung program swasembada pangan seperti yang sduah dilaksanakan saat ini. Kerjasama TNI dengan Kementrian Pertanian terus dilakukan. 

Menurut Dandim, pangan merupakan salah satu faktor utama terciptanya pertahanan negara yang kuat. Maka ketercukupan pangan bagi masyarakat Indonesia harus betul – betul dibisa terealisasi.


“Swasembada pangan akan bisa berhasil apabila kita mau berusaha dan berupaya dengan tidak mengenal lelah dan pantang menyerah” pungkas Dandim. (hbg)



Senin, 08 Januari 2018

Panen Jagung Bersama di Wilayah Pakis

Pakis(pendimmgl) --- Jagung merupakan salah satu hasil bumi andalan di wiulayah Kecamatan Pakis. Kondisin dan struktur tanah sangat mendukung untuk bercocok tanam jagung.

Senin, 8 Januari 2018 di Dusun Gayam Desa Daseh, Danramil 08 Pakis,  Petugas BPPPK Kecamatan Pakis  dan Gapoktan Sumber Rejeki melaksanakan panen jagung hibrida jenis pioner. Panen dilakukan di lahan jagung milik Kemadi (49),  salah satu anggota Gapoktan Sumber Rejeki Desa Daseh.

Muntolib , Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Desa Daseh menjelaskan bahwa gapoktan yang dipimpinnya memiliki  total lahan seluas luas15 hektar. Lahan tersebut saat sekarang ditanami jagung hibrida. Dari hasil penimbangan yang dilakukan bisa diperoleh hasil  yang dalam 1 petak ubinan menghasilkan rata-rata 20,8 kilogram jagung kering panen.

Kabid Tanaman Pangan  Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Ir. H Eko Widi Hermanto ketika dihubungi melalui telepon selulernya menjelaskan hasil ubinan yang dilakukan di Desa Daseh hasil sangat bagus. Hasil 20,8 kilogram dalam satu  petak ubinan itu merupakan timbangan langsung saat panen, yaitu penimbangan jagung secara utuh, termasuk janggelnya.

“Secara fisik buah jagung di Pakis ini memang cukup bagus. Selain besar dan panjang, butiran atau  isi jagung juga rapat dan padat” terang Ir. Eko.

Lebih jauh Eko Widi menjelaskan bahwa provitas rata – rata jagung di wilayah Kabupaten magelang adalah 5,8 ton per hektar.  Ada beberapa jenis tanaman jagung yang ada di Magelang diantaranya jagung komposit dan jagung hibrida. Wilayah yang masih banyak tanaman jagung komposit antara lain wilayah Kaliangkrik, Kajoran dan Windusari.

Dalam pengelolaan hasil panen Gapoktan Sumber Rejeki secara bersama-sama dengan gotong royong antar anggota. Mulai dari pemanenan jagung dari sawah sampai dengan proses pengeringan jagung siap jual ditangani secara manual tanpa bantuan mesin. Setiap anggota kelompok tani secara kesadaran membantu anggota lain yang sedang kebagian panen, karena nantinya pada saatnya akan bergiliran pada seluruh anggota kelompok tani yang lainya.

Tradisi ini memang sudah berjalan lama dan berkelanjutan sampai dengan sekarang. Ini merupakan warisan leluhur nenek moyang dari jama dulu. Kami sekarang masih tetap mempertahankan tradisi gotong royong ini karena dengan seperti ini semuanya menjadi ringan.

“Selain itu dengan gotong royong akan memupuk persuadaraan yang kuat di kalangan kelompok tani”ujar  Muntolib.

Saat ini jagung hibrida tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat, namun hasil panen jagung hibrida sudah dipasarkan di pasar umum, baik pasar di wilayah Magelang ataupun dipasarkan keluar Magelang.


Babinsa Turun Ke Sawah Dampingi Petani

Magelang– Untuk mempercepat proses penanaman padi dan meningkatkan luas tambah tanam di Kota Magelang Sejumlah Anggota TNI dari Koramil 23/Magelang Utara Kodim 0705/Magelang, turun ke sawah menanam padi bersama petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Padi Jaya di Kampung Wates Beningan, Selasa (09/01).

Adalah Sertu Pargiyat, salah satu Anggota Koramil 23/Magelang Utara yang ikut turun ke sawah terlihat asik dan menikmati proses menanam padi bersama petani. Hal ini dilakukan di sawah milik Nurohim (49) warga Kampung Wates Beningan  Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara.

Sertu  Pargiyat  mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap percepatan luas tambah tanam guna memaksimalkan produksi padi di wilayah Magelang, sebagai upaya ikut mensukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Ditempat terpisah Danramil 23 Magelang Utara Mayor Czi Suharto menyampaikan, walaupun wilayah Kota Magelang kususnya Magelang Utara tidak mempunyai luas lahan seperti wilayah Kabupaten namun tetap berupaya untuk memaksimalkan lahan pertanian yang ada.

“Koramil sebagai unsur pelaksana akan selalu mendukung sepenuhnya program pemerintah  tersebut, seluruh anggota selalu saya arahkan untuk secara intens memberikan pendampingan” tutur Danramil.

Suharto menambahkan, anggotanya tak boleh ragu untuk turun langsung ke sawah memberikan pendampingan dan membantu petani karena mereka sudah mendapatkan pembekalan pertanian mulai dari menanam cara menanam padi yang baik dan benar dan juga kegiatan pertanian yang lainnya seperti membajak sawah, pemupukan, mengontrol pertumbuhan tanaman, hingga tahap panen.

“Keterlibatan Babinsa diharapkan bisa memberikan motifasi bagi para petani dalam mengolah lahan mereka dan mampu membantu meningkatkan hasil panen petani” pungkasnya.(Hbg)



Padatnya Kegiatan Tidak Menghalangi Kodim 0705/Magelang Untuk Melaksanakan Pembinaan Fisik

Magelang (pendimmgl) -- Dalam rangka menjaga kebugaran dan kesiapan fisik guna menunjang tugas sehari-hari, anggota Kodim 0705/Magelang secara rutin dan bertahap melaksanakan pembinaan fisik baik senam pagi ataupun lari jalan menyusuri jalan di Kota Magelang setiap hari selasa dan kamis, Selasa (09/01).

Kegiatan lari jalan kali ini  dipimpin langsung oleh Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kodim 0705/Magelang, Kapten Inf Suparna. Mengambil route disekitaran Kota Magelang dekan jarak Tempuran sekitar lebih kurang 5 kilo meter.

Perwira Seksi Operasi Kapten Inf Suparna mengatakan, kegiatan pembinaan diikuti oleh personel Makodim dan juga seluruh anggota koramil jajaran Kodim Magelang. Selain untuk membentuk jiwa korsa dan kekompakan juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran agar selalu siap menjalankan tugas sehari-hari dan yang tak kalah penting agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Diawali dengan apel pengecekan dan senam pemanasan, dilanjutkan dengan lari keluar satuan dengan menempuh jarak yang sudah ditentukan. Kegiatan lari kali ini tidak di tuntut kecepatan tapi kekompakan karena sifatnya hanya pembinaan dalam rangka menjaga kebugaran.

Usai melaksanakan lari seluruh anggota selanjutnya melaksanakan latihan penguatan otot  dengan kegiatan Pull Ups, Sit Ups dan Push Ups dan diahiri dengan pendinginan atau releksasi.


"Dengan olahraga secara teratur dan terprogram, maka tubuh akan selalu sehat dan siap dalam melaksanakan tugas sehari-hari, mengingat begitu padatnya kegiatan kewiayahan yang ada di Kodim 0705/Magelang" pungkas Pasiops.(Hbg)

Gerakan Penghijauan Untuk Mengurangi Resiko Tanah Longsor

Magelang (pendimmgl)-- Koramil 12/Sawangan jajaran Kodim 0705/Magelang beserta Muspika  Sawangan beberapa hari yang lalu melaksanakan gerakan penghijauan dengan menanam pohon 8.000 pohon keras di Desa Soronalan.

Gerakan penghijauan tersebut dilaksanakan di Desa Soronalan Kecamatan Sawangan, tepatnya di Lingkungan SDN Soronalan 2. Penghijauan ini dilaksanakan guna menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman, disamping itu juga memberikan pembelajaran kepada murid – murid  agar menyadari manfaat pohon bagi kehidupan manusia, sehingga timbul kesadaran untuk melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Penanaman pohon sebanyak 8.000 pohon terdiri dari beberapa jenis pohon, yaitu jenis Albasia sebanyak 4000 pohon, Mahoni sebanyak 1000 pohon, dan jenis Gayam sebanyak 3000 pohon.

Danramil Sawangan Kapten Inf Mudjtahidin dalam sambutannya mengatakan di wilayah sawangan masih sering terjadi tanah longsor karna keadaan geografis tanah yang perbukitan sehingga banyak lereng-lereng curam, hal ini seringkali mengakibatkan longsor apabila intensitas hujan yg cukup tinggi.

“Dengan diadakannya gerakan penghijauan tanaman keras ini diharapkan mampu mengurangi resiko tanah longsor di Desa Soronalan, dan yang lebih penting gerakan penghijauan ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelajar dan bisa diikuti oleh semua elmen masyarakat di Kecamatan Sawangan” paparnya.

Warga masyarakat Desa Soronalan menyambut baik kegiatan penghijaun tersebut dan berharap agar bisa dilaksanakan secara berkesinambungan di Desa lain di Wilayah Kecamatan Sawangan. Acara tersebut dihadiri lebih kurang 800 orang.(Hbg)



Minggu, 07 Januari 2018

Sertu Anwari, Tentara Yang Nyambi Nyukur

Magelang (pendimmgl) --- Berbagai kegiatan untuk mengisi waktu selepas jam dinas merupakan suatu upaya melepas rasa letih dan penat bagi prajurit  setelah menyelesaikan tugas harian. Tak terkecuali bagi Sersan Satu Anwari.

Sertu Anwari, Anggota Kodim 0705/Magelang yang sehari-harinya bertugas sebagai ajudan Dandim 0705/Magelang juga memiliki kegiatan untuk mengisi waktu selepas jam dinas. Namun, kegiatan yang dilakukan oleh Anwari tersebut terhitung sangat jarang dilakukan oleh anggota TNI yang lainnya.

Ya, setiap hari Senin hingga Jum'at seleps jam dinas antara pukul 16.00 hingga 21.00, Anwari sudah siap melayani pelanggan yang datang. Jasa potong rambut "COMANDO" milik siap merubah penampilan rambut pelanggan.

Anwari yang masuk menjadi Tamtama TNI AD tahun 1997 mulai merintis jasa potong rambut di rumahya sejak tahun 2015. Sehari-harinya selepas pulang dinas, Anwari langsung membuka tempat jasa potong rambut. Walau demikian Anwari selalu siap dipanggil ke kantor kembali apabila ada pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Nama jasa potong rambut "Comando" terinspirasi dari satuan dimana Anwari berdinas. Sebelum bergeser ke Kodim 0705/Magelang, Anwari adalah salah satu prajurit Kopassus yang berdinas di Grup 2 Kartosuro. Pada tahun 2012 Anwari mengikuti pendidikan bintara regular.

"Saya merintis jasa potong-rambut ini pada tahun 2015" ungkap Anwari sambil tersenyum.

Usaha jasa potong rambut "Comando" yang berada disisi ruas jalan Magelang - Salatiga tepatnya di Dusun Diwak, Purwosari Tegalrejo sama dengan jasa potong rambut pada umumnya. Dengan mematok tarif jasa potong rambut sebesar enam ribu rupiah, ternyata banyak masyarakat baik anak - anak maupun orang dewasa yang datang menggunakan jasanya. Anwari juga menyediakan buku - buku bacaan ditempat usaha potong rambut.

"Saat ini tarif potong tambut baik anak atau dewasa sebesar Rp 6.000, yang Rp 1.000 saya masukan kotak amal" terang Anwari. 

Rata - rata bisa mencukur 15 sampai 20  orang setiap hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk Senin hingga Jumat  hanya mencapai 8 kepala saja. Jasa potong rambut buka pagi hingga  malam setiap hari libur, dan untuk Senin hingga Jumat buka saat selesai pilang dinas.

Sang isteri, Hendri Sumarliana S.Pd tidak merasa malu mempunyai suami prajurit yang nyambi jadi tukang cukur. Bahkan ibu dari Wafa Orlen Nandana dan Tirza Albion Widiyadana merasa bersyukur dengan "sampingan" yang dilakukan oleh sang suami. Dari usaha cukur yang ditekuni, mereka juga bisa menyisihkan amal. Dari kotak amal yang ada di jasa cukur disumbangkan pada pembangunan mushala di Dusun Bateh Desa Bawang Kecamatan Pakis, Magelang. 

Dihubungi melalui telepon selulernya, Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari mengaku sudah mengetahui hal ini, bahkan Dandim mengapresiasi usaha yang dilakoni anak buahnya dalam mencari penghasilan tambahan.

"Saya mendukung apa yang dilakukan oleh anak buah saya, karena pekerjaan sampingan itu dilakukan diluar jam dinas atau saat hari libur" terang Dandim.

Letkol Hendra tidak melarang anak buahnya mencari penghasilan tambahan, asal apa yang dilakukan tidak bertentangan dengan aturan dan ketentuan. Lebih lanjut Letkol Hendra juga berpesan kepada seluruh anggotanya agar pandai-pandai mengatur keuangan keluarga. Karena pengasilan prajurit hanya mengandalkan dari gaji saja.

"Silakan mencari penghasilan tambahan, asal jangan melanggar ketentuan dan aturan yang ada di TNI AD. Tidak usah malu menjadi peternak, petani atau tukang cukur" lanjut Dandim.
Menurut Dandim, apapun pekerjaan yang ditekuni, asal  tidak menyalahi aturan maka hal itu bisa dibenarkan. Ketika ditanya apakah penghasilan prajurit tidak cukup dari gaji bulanan, Dandim mengatakan negara memberikan gaji pada prajurit sudah melalui pertimbangan dan perhitungan yang matang. Sehingga cukup dan tidaknya gaji tergantung dari perilaku dan gaya hidup individu prajurit tersebut.


"Kalau seorang prajurit setiap harinya makan di restoran ya tentu saja gaji itu tidak akan cukup, belum lagi untuk kebutuhan lain"pungkas Dandim.(hombing)

Jelang Pilkada, Aparat Gabungan Gelar Pasukan

Magelang (pendimmgl) --- Mendekati pelaksanaan  Pilkada serentak tahun 2018, seluruh petugas gabungan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2018 di Lapangan Soepardi Mungkid, Jumat (05/01/2017).

Apel gelar pasukan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan dalam mengamankan jalannya Pilkada serentak tahun 2018. Baik itu kesiapan personil, kesiapan sarana dan prasarana, sekaligus sebagai ajang komunikasi dan sinergitas antara penyelenggara Pilkada.

Adapun untuk personil yang tergabung dalam kegiatan Pilkada serentak tahun 2018, khususnya di Kabupaten Magelang, antara lain Polri dibantu TNI, Linmas, dan mitra Kamtibmas yang lainnya.

"Total yang akan kita terjunkan sejumlah 825 personil, yang akan menjaga 2.625 TPS di seluruh wilayah di Kabupaten Magelang," jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo.

Pola pengamanan yang akan diterapkan nanti adalah setiap TPS akan dijaga oleh 1 anggota Polri dan 2 Linmas. Sedangkan dari pemetaan yang telah dilakukan, TPS - TPS yang ada di Kabupaten Magelang ini tergolong aman. 

"Yang perlu kami antisipasi adalah pengerahan masa, yang dikhawatirkan akan menyebabkan kerusuhan. Dan kami juga sudah mempersiapkan tim Dalmas untuk mengantisipasi hal itu," ujarnya.

Guna mempersiapkan terjadinya pengerahan masa saat berjalannya pilkada serentak, Polres Magelang juga menggelar simulasi pengamanan pembubaran massa.

"Hal ini untuk mempersiapkan para anggota manakala terjadi pengerahan masa saat pilkada serentak tahun 2018. Adapun satuan yang melakukan simulasi pengamanan pada saat ini antara lain Polwan, Dalmas, K-9, dan water canon," pungkas Kapolres.



Bantu Panen, Babinsa Makan Bersama Petani di Sawah

Magelang, – Dalam rangka mendukung program Pemerintah tentang Swasembada Pangan, Babinsa Koramil 23/Magelang Utara Jajaran Kodim 070505/Magelang Serka Subanto turun ke sawah membantu petani memanen padi di Kampung Sidotopo Kelurahan Kedungsari Kecamatan Magelang Utara, jum’at ( 05/01).

Pendampingan kepada petani oleh babinsa dilakukan dengan sangat humanis penuh kekraban dan dengan suasana kekeluargaan sehingga para petani merasa tidak canggung menerima kehadiran babinsa di tengah-tengah mereka.

Membangun kedekatan dan kepercayaan kepada seluruh elmen masyarakat termasuk petani menjadi langkah penting bagi babinsa di wilayah binaan. Menghadapi para petani babinsa dituntut bisa lugas dan luwes mengingat budaya warga magelang yang sangat halus dan ramah sehingga upaya mendukung dan mensukseskan program pemerintah bisa berhasil.

Hal serupa yang selama ini sudah dilakukan oleh seluruh anggota Koramil 23 Magelang Utara termasuk Serka Subanto dan Serda Ariyanto saat melakukan tugas pendampingan, “Mereka para petani saya anggap seperti saudara sendiri, kami turun kesawah bersama, menyiapkan lahan, menanam, merawat dan memanen bersama, bahkan kami juga makan di sawah bersama mereka” tutur Subanto.

Di tempat terpisah Danramil 23/Magelang Utara Mayor Czi Suharto mengatakan, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa mulai dari kegiatan penyuluhan, bercocok tanam sampai panen merupakan bentuk pendekatan emosional terhadap petani dan masyarakat binaannya, hal ini untuk memperlancar kerjasama dengan para petani yang bertujuan meningkatkan program swasembada pangan yang ditargetkan Pemerintah.

"Koramil Magelang Utara akan selalu siap mendampingi para Petani dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait demi suksesnya program ketahanan pangan Nasional di Kota Magelang," katanya.

Sementara itu Sutarno (52) menyampaikan kegembiraannya saat di bantu oleh babinsa memanen padinya, “Maturnuwun pak babinsa telah membantu saya memanen padi. Tadinya saya pikir Tentara hanya bisa pegang bedil, ternyata pandai juga bertani dan luwes bawa sabit” kata Tarno sambil tersenyum. ( Hbg )


Rabu, 03 Januari 2018

Optimalkan Pendampingan Untuk Membantu Petani

Grabag— Hari ini dua orang anggota Koramil 06 Grabag Kodim 0705/Magelang Serda Suparji dan Koptu Agus S, membantu petani tanam padi jenis mikonga seluas 1500 m di Desa Klegen , Kamis (04/01).

Wilayah Kecamatan Grabag adalah daerah yang memiliki tanah yang sangat subur hal ini karena wilayah Kecamatan Grabag tepat berada sisi barat di bawah Gunung Andong dan barisan bukit-bukit yang mempunyai sumber air melimpah sehingga sangat cocok untuk tanaman padi.

Kegiatan pendampingan petani oleh anggotanya dalam rangka memaksimalkan program swasembada pangan di wilayah Grabag, demikian disampaikan Danramil 06 Grabag Kapten Inf Abriyanto TC.

“Musim penghujan seperti ini, dimana para petani sedang sibuk-sibuknya menyiapkan lahan pertanian mereka, diharapkan para babinsa harus lebih sering turun kesawah mendampingi dan membantu para petani di wilayah” papar Danramil.

Abriyanto menambahkan, kondisi seperti inilah peran babinsa dan PPL sangat dibutuhkan para petani, dengan kehadiran PPL dan babinsa di lapangan diharapkan tiap hambatan yang di hadapi petani bisa di atasi.


“Antara PPL dan Babinsa harus bersinergi untuk bersama-sama berupaya membantu petani di lapangan, bantu petani dalam melaksanakan aktifitas pertanian sehingga  swasembada pangan nasional bisa terwujud dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat” pungkasnya.(Hbg)